Mengapa Modernisasi Perjanjian Docusign Sangat Penting Sebelum AI?
Saat ini, AI mendominasi hampir setiap percakapan bisnis di seluruh dunia. Namun, sebuah pelajaran berharga muncul dari acara Docusign Momentum on Tour di Boston. Pesannya sangat jelas bagi para pemimpin perusahaan: ROI tertinggi tidak datang dari AI, melainkan dari memperbaiki hambatan dalam perjanjian terlebih dahulu.
Banyak perusahaan terjebak dalam euforia AI tanpa memiliki fondasi data yang kuat. Sebelum Anda mengintegrasikan alat AI yang canggih, Anda harus melakukan Modernisasi Perjanjian Docusign agar proses bisnis lebih efisien. Tanpa langkah ini, AI hanyalah alat yang bekerja di atas fondasi yang rapuh dan tidak terstruktur.
Mengatasi Hambatan Tersembunyi dari Perjanjian yang Terisolasi
Sebagian besar perusahaan memang telah memodernisasi platform CRM dan ERP mereka. Namun, perjanjian yang mendukung sistem tersebut seringkali masih terjebak dalam silo yang terpisah. Brandon Stauber, Direktur Partner Innovation Engineering di Salesforce, menekankan bahwa perjanjian yang tidak terhubung hanya akan menimbulkan risiko yang tidak perlu.
Selain risiko, perjanjian yang terisolasi juga memperlambat kecepatan transaksi bisnis Anda. Sebagai contoh, di Sensata Technologies, Harry Hall selaku Associate General Counsel harus mengelola dokumen yang tersebar di banyak tempat. Kondisi ini menyulitkan tim legal untuk melacak riwayat versi, menemukan kontrak, atau memverifikasi kewajiban pelanggan secara akurat.
Situasi serupa juga terjadi di Kindsight. Kris O’Brien, Direktur IT di Kindsight, melihat tim penjualan, SDM, dan IT terus-menerus berpindah antar aplikasi. Mereka melakukan copy-paste data secara manual ke dalam templat dan merutekan persetujuan dengan tangan. Proses manual ini sangat tidak efisien dan rentan terhadap kesalahan manusia.
Menghubungkan Perjanjian ke Sistem Bisnis Inti
Pusatkan manajemen kontrak Anda untuk mengubah file yang stagnan menjadi sistem kerja yang aktif. Langkah ini akan membebaskan tim Anda untuk fokus pada pekerjaan bernilai tinggi. Saatnya meninggalkan metode lama dan mulai beralih ke digitalisasi yang lebih terpadu.
Kecepatan Eksekusi NDA dalam Waktu Singkat
Sensata berhasil memusatkan perjanjian bervolume tinggi ke dalam satu ruang kerja digital. Sekarang, staf penjualan dapat menyelesaikan NDA standar dalam waktu kurang dari 60 detik. Hal ini memungkinkan tim legal untuk fokus pada struktur transaksi yang lebih kompleks dan krusial bagi perusahaan.
Mempercepat Siklus Penjualan
Kindsight memilih untuk menyematkan Docusign Intelligent Agreement Management (IAM) langsung ke dalam Salesforce. Staf penjualan dapat membuat kontrak yang akurat dan memicu alur persetujuan otomatis tanpa perlu meninggalkan CRM mereka. Hasilnya, mereka berhasil memangkas siklus transaksi hingga satu minggu penuh.
AI Menuntut Fondasi Data yang Terstandarisasi
AI akan memberikan dampak bisnis terbesar ketika dibangun di atas proses perjanjian yang terhubung dan terstruktur. Brandon Stauber menegaskan bahwa waktu adalah segalanya dalam sebuah transaksi. Ketika perusahaan mampu menghilangkan gesekan manual dan mempercepat lini masa, mereka akan mencapai produktivitas yang jauh lebih tinggi.
Selama audit akuisisi baru-baru ini, Kindsight menggunakan Docusign Iris dan Agreement Manager. Mereka mampu menganalisis ribuan kontrak secara otomatis. Mereka menemukan komitmen retensi data tiga tahun yang kritis tanpa harus melakukan tinjauan legal manual yang mahal dan lambat.
Sensata juga menerapkan pendekatan yang serupa. Mereka menggunakan ekstraksi AI untuk memunculkan pembaruan kontrak, rabat, dan syarat khusus menjadi tugas harian yang mudah dikelola. Harry Hall menjelaskan bahwa sistem ini memberikan keputusan yang jauh lebih mudah untuk ditangani setiap harinya.
Playbook Implementasi: Mulai dari yang Kecil untuk Skala Besar
Anda tidak perlu mengubah seluruh sistem dalam satu malam. Berikut adalah beberapa langkah strategis untuk memulai:
- Manfaatkan Infrastruktur yang Ada: O’Brien menyarankan untuk menyematkan AI dan otomatisasi langsung ke dasbor yang digunakan karyawan setiap hari, seperti Salesforce.
- Targetkan Kemenangan Berisiko Rendah: Mulailah dengan alur kerja legal terlebih dahulu. Gunakan keberhasilan awal untuk membangun kepercayaan lintas fungsi sebelum berekspansi ke departemen lain.
Masa Depan AI dalam Alur Kerja Perjanjian
Kedua organisasi tersebut berencana untuk memperluas penggunaan AI dan manajemen perjanjian cerdas ke dalam proses bisnis tambahan. Seiring berkembangnya agentic AI, fokusnya bukan hanya pada bagaimana agen AI bekerja bersama. Lebih penting lagi, fokusnya adalah bagaimana mereka bekerja bersama manusia untuk mencapai hasil bisnis yang lebih baik.
Menjadi siap dengan AI tidak berarti harus mulai dengan AI itu sendiri. Ini berarti memodernisasi perjanjian, menghubungkan sistem Anda, dan membangun data yang dapat dipercaya. Segera hubungi tim ahli untuk melihat demo platform langsung, studi kasus rekan sejawat, dan alur kerja agentic AI yang beraksi.
Docusign Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Docusign. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.