Bagaimana Tim Teknologi Berkecepatan Tinggi Mendefinisikan Ulang Proses Perekrutan

Di dunia yang serba cepat ini, perusahaan-perusahaan teknologi yang berkembang pesat dihadapkan pada tantangan besar untuk mempercepat proses perekrutan dan pengonboardingan, terutama untuk mengisi peran teknik yang kritikal. Dengan tim produk dan teknik yang tidak bisa menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan pegawai penuh waktu, setiap kekosongan posisi—meskipun hanya sebentar—dapat memperlambat pengiriman produk dan menambah risiko. Di tengah tantangan ini, Adeva memperkenalkan sebuah model perekrutan yang menghilangkan gesekan antara permintaan bisnis dan eksekusi dengan mengotomatiskan dan mendigitalkan proses perekrutan dan pengonboardingan.

Pergeseran Strategis Adeva: Pelajaran dalam “Pertumbuhan yang Lebih Baik”

Sebelumnya, Adeva berfokus pada skalabilitas untuk mengatasi permintaan yang terus meningkat. Namun, seiring waktu, fokus mereka beralih untuk mengoptimalkan kualitas dan prediktabilitas dalam pengiriman. Aleksandra Simeonova, CFO Adeva, menjelaskan bahwa sekarang perusahaan lebih fokus pada pertumbuhan dengan kualitas dan dampak yang terukur. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk pencocokan dan penyaringan kandidat, serta memperluas kapabilitas pengiriman global, Adeva telah menciptakan model yang berfokus pada pengiriman pertama (delivery-first).

Bagi pemimpin HR dan teknologi, pelajaran yang bisa diambil adalah jelas: pertumbuhan yang berkelanjutan tergantung pada sistem talenta yang mengutamakan keandalan pengiriman dibandingkan volume.

Bottleneck Pengiriman Membuka Batasan Model Perekrutan Tradisional

Keterlambatan dalam pengiriman produk adalah masalah serius ketika peran teknik yang krusial belum terisi. Bahkan kekosongan posisi jangka pendek dapat langsung menyebabkan keterlambatan dalam pencapaian tonggak proyek dan meningkatkan risiko keseluruhan. Dalam hal ini, perekrutan tradisional sering kali memperburuk situasi karena adanya siklus requisisi yang panjang, alur kerja yang terfragmentasi, serta pencarian kandidat yang bergantung pada resume, yang semuanya menciptakan gesekan tepat saat kecepatan pengiriman sangat dibutuhkan.

Adeva menghadirkan model perekrutan delivery-first yang memungkinkan mereka untuk mengirimkan engineer senior yang terintegrasi dengan cepat dan mulai memberikan kontribusi nyata sejak minggu pertama. Sebagaimana yang dikatakan Simeonova, “Kami mengirimkan engineer senior yang langsung terlibat, mengambil kepemilikan, dan memberikan kontribusi berarti sejak hari pertama.”

Dengan model ini, Adeva menunjukkan bahwa nilai talenta tidak lagi diukur berdasarkan jam kerja atau jumlah posisi yang terisi, tetapi lebih pada hasil yang diberikan.

Kecepatan dan Pengalaman: Trade-off yang Sering Disalahpahami dalam Perekrutan

Sering kali, kecepatan perekrutan dan pengalaman kandidat dianggap sebagai dua hal yang saling bertentangan. Namun, pada kenyataannya, keduanya memiliki pengaruh langsung terhadap jadwal pengiriman dan risiko eksekusi. Proses perekrutan yang lambat dapat memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk kapasitas penuh, sementara pengalaman kandidat yang buruk justru menurunkan tingkat penerimaan dan meningkatkan tingkat ketidakpuasan serta kehilangan kandidat di tahap awal.

Simeonova menekankan bahwa Adeva menginvestasikan banyak sumber daya pada AI dan otomatisasi untuk mempercepat pencarian kandidat yang tepat. Namun, meski otomatisasi mempercepat proses, Adeva tetap memberikan sentuhan manusiawi dalam komunikasi yang jelas, umpan balik yang konstruktif, dan dukungan sepanjang proses perekrutan.

Dengan prinsip yang sederhana, Adeva berhasil mengotomatiskan proses perekrutan dan menghumanisasi perjalanan kandidat—menciptakan pengalaman perekrutan yang cepat namun tetap bernilai.

Mengapa Adeva Terpaksa Mendigitalkan Mesin Perekrutannya

Pendekatan perekrutan awal Adeva menghasilkan kualitas tinggi, namun sangat bergantung pada upaya manual. Seiring permintaan yang semakin meningkat, proses manual ini justru menjadi kendala dalam hal kecepatan dan prediktabilitas.

Untuk mengatasi masalah ini, Adeva memutuskan untuk mendigitalkan dan mengotomatiskan bagian-bagian penting dari mesin talenta mereka, mulai dari pencocokan dan penyaringan kandidat hingga penjadwalan, kontrak, dan pengonboardingan. Tujuannya bukan sekadar efisiensi, tetapi untuk mengaktifkan engineer yang siap mengirimkan hasil secara cepat begitu kapasitas eksekusi dibutuhkan.

Sebagai bagian dari transformasi ini, Adeva juga mengimplementasikan Docusign untuk proses kontrak dan persetujuan. Hal ini memungkinkan proses tanda tangan kontrak yang lebih cepat dan aman, mengurangi siklus onboarding hingga 90% dan secara langsung mempercepat waktu pelaksanaan dan meningkatkan nilai bagi klien.

Dampak: Mesin Talenta yang Lebih Scalable dan Prediktabel

Transformasi digital yang diterapkan Adeva memberi dampak signifikan, baik untuk perusahaan maupun kandidat. Untuk perusahaan, digitalisasi memungkinkan mereka untuk menangani permintaan yang lebih besar tanpa mengorbankan kualitas pengiriman. Mereka juga memperoleh wawasan strategis yang lebih kuat melalui data yang konsisten dan dapat diandalkan, yang membantu meningkatkan kepercayaan klien dan membedakan diri mereka di pasar yang kompetitif.

Bagi kandidat, mereka mendapat manfaat berupa umpan balik yang lebih cepat, kesempatan yang lebih relevan, dan proses onboarding yang lebih mulus dan jelas.

Simeonova menyoroti bahwa dengan mengurangi gesekan antara permintaan bisnis dan eksekusi, Adeva berhasil memperkuat kepercayaan klien dan membangun kemitraan jangka panjang.

Masa Depan HR: Fleksibel, Terotomatisasi, dan Delivery-First

Model Adeva mencerminkan perubahan lebih besar dalam cara organisasi modern membangun dan mengembangkan tim mereka. Seiring produk semakin bergerak cepat dan jendela eksekusi semakin sempit, resourcing tidak bisa lagi dipisahkan dari hasil pengiriman. Untuk itu, perusahaan-perusahaan yang sukses adalah mereka yang mendigitalkan perekrutan, mengadopsi model talenta fleksibel, dan menghilangkan gesekan antara permintaan bisnis dan eksekusi.

Ke depan, HR dan tim teknologi yang mampu merancang sistem talenta yang berfokus pada kecepatan, kualitas, dan pengalaman akan memiliki kemampuan untuk mengekseskusi dengan skala yang lebih besar dan lebih andal.

Adeva membuktikan bahwa perekrutan yang efektif bukan hanya masalah mengisi posisi, tetapi bagaimana perekrutan dapat dijadikan alat strategis untuk menggerakkan eksekusi dan pencapaian bisnis.


Ringkasan: Adeva memperkenalkan model perekrutan berbasis digital yang memungkinkan perusahaan teknologi bergerak lebih cepat, lebih prediktabel, dan dengan kualitas yang lebih terjaga. Melalui teknologi otomatisasi dan pengurangan gesekan dalam perekrutan, Adeva menciptakan model “delivery-first” yang berfokus pada hasil, bukan hanya pada proses.

Transformasikan Bisnis Anda dengan Solusi Digital DocuSign

Jika Anda ingin membawa bisnis Anda ke era digital dengan lebih efisien dan aman, DocuSign adalah solusi tepat untuk memulai perjalanan tersebut. PT. iLogo Infralogy Indonesia siap membantu Anda mengeksplorasi potensi penuh dari solusi ini.

Tim ahli kami akan memberikan penjelasan mendalam tentang produk, fitur-fitur unggulannya, serta bagaimana DocuSign dapat mendukung transformasi digital bisnis Anda. Dengan teknologi yang meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya operasional, dan memperkuat keamanan, kami akan membantu Anda menemukan cara terbaik untuk mengintegrasikannya ke dalam proses bisnis Anda.

Jangan ragu untuk menghubungi kami sekarang dan mulailah langkah pertama menuju efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan bisnis!